Posts Tagged: Fenand Leger

Aliran Seni Kubisme, Bentuk Karya Abstrak Geometris

Dari beragam bentuk karya abstrak pada seni lukis, aliran kubisme merupakan satu aliran yang cukup mudah untuk diketahui walau hanya sekali melihatnya. Memiliki ciri khas yang sangat jelas, aliran seni ini sebenarnya telah ada sebelum masa Perang Dunia pertama. Meski saat zaman dulu belum diidentifikasi sebagai satu aliran seni.

Salah satu tokoh seniman yang menerapkan aliran seni kubisme ternama ialah Picasso. Anda pasti sudah familiar dengan mendengar atau membaca namanya. Nah, mari mengenal lebih dalam lagi tentang aliran seni Togel ini.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Aliran Seni Kubisme

Disebut dengan ‘kubisme’ karena bentuk lukisan cenderung menggunakan tarikan garis yang berbentuk geometris. Contohnya bentuk segi empat, segi tiga, lingkaran, silinder, kerucut, bola, kotak-kotak, dan kubus. Lebih jelas lagi, berikut beberapa hal seputar aliran seni kubisme.

  • Sudah Ada Sejak Zaman Perang Dunia

Seperti yang sudah disebutkan, aliran ini memang sudah tercipta sebelum adanya Perang Dunia. Namun belum dinamai atau beli diidentifikasi sebagai sebuah aliran seni. Aliran ini termasuk sebuah bentuk karya abstrak dengan mengembangkan gaya abstrak formalistik yang mengandung unsur ekspresionisme.

Istilah ‘kubisme’ sendiri sudah banyak digunakan secara lebih meluas untuk hal-hal yang berhubungan dengan bentuk geometris. Memasuki abad ke- 20, aliran seni kubisme mulai dibagi menjadi dua macam. Terbaginya aliran ini dipengaruhi oleh adanya keterbatasan dan berjalannya perkembangan seni yang mana masuk dalam satu ilmu pengetahuan seni.

  • Dipengaruhi Aliran Post-Impresionisme

Lalu, bagaimana aliran seni ini bisa tercipta? Dan bagaimana awalnya? Menurut para ahli seni, aliran kubisme bisa dikatakan sebagai sebuah aliran yang tercipta atas perkembangan aliran sebelumnya yang sudah ada yaitu post-impresionisme. Post-impresionisme merupakan aliran seni yang juga hasil perkembangan aliran impresionisme.

Tetapi, kubisme dibentuk lebih rapi atau lebih teratur dengan menggunakan warna yang sangat prespektif. Sehingga mereka yang melihat atau menikmati hasil karya seni kubisme ini bisa lebih merasakan sisi ‘real’ dari gambar lukisan.

Lebih teratur bukan berarti tidak ada unsur abstrak. Aliran kubisme tetap menjadi satu bentuk karya seni abstrak yang akan memberi kesan ‘liar’ tanpa batasan. Kubisme juga membuat berbagai objek geometris menjadi lebih sederhana, atau bisa dikatakan ‘penyederhaan’.

  • Menikmati Objek-Objek Dari Berbagai Sudut Pandang

Dalam karya seni lukis beraliran kubisme, tidak hanya dari sisi sang seniman, tetapi juga penikmat karyanya akan dibawa untuk menikmati objek dari berbagai sudut pandang berbeda. Lukisan dijadikan sebuah bahan analisis dengan variasi yang dikombinasikan secara simultan (terjadi bersamaan, terjadi serentak).

  • Menggunakan Warna yang Lebih Prespektif

Walau dalam penerapannya para seniman beraliran kubisme menggunakan warna yang lebih prespektif untuk semakin memperjelas objek lukisan, tetapi warna-warna yang digunakan terbatas. Komposisi bentuknya pun disusun secara geometris sederhana.

Contohnya, melukis sebuah figur, maka bagian-bagiannya akan diredusi dalam bentuk geometris yang sederhana, lalu disusun dalam komposisi bentuk bidang-bidang miring. Setelah itu akan diberi warna dengan warna prespektif terbatas seperti cokelat, hijau, biru, hitam, putih, dan lainnya.

  • Seniman dan Karyanya yang Menggunakan Aliran Kubisme
  • Pablo Picasso

Sudah disebutkan, salah satu pelukis ternama yang terkenal dengan karya lukis kubisme ialah Picasso. Pablo Picasso, di tahun 1900an bahkan menemukan jenis aliran kubisme yang disebut kubisme sintetik. Jenis kubisme sintetik menurutnya ialah sebuah gaya lukis kubisme dengan mengembalikan warna dan tekstur.

Dalam bentuk kubisme sintetik, Picasso memasukan bentuk potongan-potongan sebagai kolase, kemudian menyusunnya sehingga dari segi komposisi berupa kolase keseluruhan. Dari situlah lukisan kubisme mulai dikenal dengan efek kolasenya, namun tidak menggunakan unsur kolase keseluruhan.

Karya-karya hebat Picasso dengan nilai fantastis di antaranya The Three Musicians, The Trhree Dancers, Garcon A La Pipe, Dora Maar Au Chat, Guernica, Portrait of Ambroise Vollard, Les Demoiselles d’Avignon, dan banyak lagi.

  • Georges Braque

Georges Braque adalah satu tokoh seniman yang sama-sama terkenal telah menciptakan teori aliran seni kubisme bersama Picasso. Pada masa Perang Dunia, Braque sudah menerapkan kubisme pada karyanya. Hanya berbeda dari segi pemberian tone warna.

Dahulu dia banyak menggunakan warna gelap, lalu seiring waktu berjalan, dia mulai mengubah dengan warna yang lebih terang dan ringan. Namun tetap tidak melepas kubisme. Terlihat dari perubahan gaya melukisnya yang semakin menggambarkan kesan ‘bahagia’ dengan pesan yang dalam.

Karya-karya luar biasa yang dibuat oleh Braque di antaranya The Portuguese, Piano and Mandola, Violin and Palette, till Life with Playing Cards, Woman with a Mandolin, Gueridon, Road near L’Estaque, Little Harbor in Normandy, Studio with a Black Vase, dan lain-lain.

  • Fenand Léger

Fenand Léger, seniman yang lahir di tahun 1881 ini juga menerapkan aliran kubisme dalam karyanya. Semasa sekolahnya, Fenand telah banyak berkarya dalam bidang seni seni arsitektur dan fotografi. Berawal menerapkan aliran impresionisme, Fenand mengembangkan keahliannya hingga menjadi seniman beraliran kubisme.

Beberapa karya terkenalnya di antaranya Three Women, The City, The Big Black Divers, The Constructors, serta masih banyak lagi. Three Women menjadi satu lukisannya yang dihargai sangat fantastis. Terdapat tiga unsur kuat dalam lukisan ini yaitu penggambaran 3 Dimensi, figur manusia secara mekanis, serta penggunaan warna yang cenderung primer (warna-warna primer/dasar).

  • Penerapan Aliran Kubisme ke Berbagai Bidang Lainnya

Seiring berjalannya waktu, aliran kubisme semakin meluas dan diterapkan di banyak bidang lain. Dalam dunia seni lukis sendiri, kubisme ini lebih banyak menggunakan objek yang tidak jauh dari dunia sehari-hari kita seperti makhluk hidup, benda-benda, bangunan, dan latar alam.

Maka aliran kubisme ini ada dalam dunia arsitektur dan menjadi sebuah teori baru dari teori terdahulu. Bahwa jubisme memiliki bentuk yang cenderung geometris dibandingkan organik atau pun emotif (teori terdahulu). Seperti apa yang telah dibuktikan oleh arsitek Frank Lloyd Wright yang mana dia menerapkan aliran kubisme dalam karier arsiteknya. Berbagai rancangan bangunanya membuat banyak arsitek lain ikut menggunakan aliran serupa dan menghasilkan bentuk rancangan modern yang lebih geometris dan sentuhan abstrak. Tidak hanya itu, penerapan kubisme ini juga banyak digunakan oleh para pamatung dalam membentuk karyanya.